iklan banner

Minggu, 18 Desember 2016

ARTI PENTINGNYA SEBUAH NEGARA

ARTI PENTINGNYA SEBUAH NEGARA
( SEMOGA ALLAH KOKOHKAN NKRI)

Syaikh Adnan Al-Afiyuni adalah mufti madzhab Syafi’i di Suriah, negara yang sampai sekarang masih dilanda konflik. Memaparkanarti pentingnya sebuah negara :

“Ketika seseorang melihat tanah airnya mengalirkan airmata darah, burung gagak mengintai bersiap untuk berpesta memakan bangkai-bangkai manusia akibat peperangan. Dengan keyakinan penuh ia akan memahami dan menyadari betapa pentingnya nilai sebuah negara.”

 “Ketika seseorang melihat saudara sebangsanya berlarian tercerai-berai ke berbagai belahan dunia, mencari makan dengan penuh kehinaan, tidur beralas ketidakberdayaan dan sehari-hari menelan kepahitan serta menahan kesabaran. sungguh ia akan memahami dan menyadari bagaimana pentingnya nilai sebuah negara.”

 “Ketika seseorang sudah tidak dapat lagi mendengarkan canda dan tawa, riang gembira dan kebahagiaan anak-anak dan sudah tidak dapat mendengarkan kicauan merdu suara burung-burung yang berganti dengan suara desingan martir dan peluru. sungguh ia akan memahami dan menyadari betapa pentingnya nilai sebuah negara.”

“Ketika seseorang sudah kehilangan asa dan harap. merasa hampa karena kehilangan semangat hidup dan masa depan serta kehilangan cahaya  kebahagiaan, sungguh ia akan memahami dan menyadari dengan penuh keyakinan hati dalam dirinya bagaimana pentingnya nilai sebuah Negara”.

Ya Allah semoga Engkau Kokohkan persatuan Muslimin untuk tetap menjaga keutuhan NKRI, Darrus salam negeri keselamatan, kesejahteraan, keamanan, dan kesentosaam bagi setiap warganya

Sebagai rasa syukur kami dengan Rahmat Mu, perjuangan para syuhada serta Ulama mendirikan Bangsa dan Negara Ini untuk kemaslahatan umat dan wasilah tersebarnya Rahmat Mu ke seluruh penjuru Alam.

Amiin yaa robbal ‘alamin


Sabtu, 17 Desember 2016

HOAX DALAM PANDANGAN IMAM SYAFII

AL-KADZIB AL-KHAFIY 
(KEBOHONGAN TAK TERLIHAT/SAMAR).
HOAX DALAM PANDANGAN IMAM SYAFII

Salah satu pemandangan yang dihasilkan media sosial adalah banjirnya informasi hingga pada taraf yang amat liar. Informasi dengan mudah diterima seseorang lalu dibagikan kembali, diterima orang lain lalu didistribusikan lagi, dan seterusnya. Facebook, grup-grup Whatsapp, Twitter, Instagram, BBM, Line, atau sejenisnya pun disesaki pesan berantai yang entah benar atau salah, entah faktual atau bohong. Celakanya bila kabar itu ternyata salah/bohong dan ada pihak yang dirugikan.

Fenomena copy-paste atau pendistribusian berita seperti ini pernah disinggung oleh Imam Syafi’i, bapak ushul fiqih dalam ilmu-ilmu keislaman. Ia menyebut kegiatan menyebarkan informasi yang belum diketahui benar-tidaknya sebagai al-kadzib al-khafiy (kebohongan tak terlihat/samar).

Sebagaimana tertuang dalam kitab Ar-Risâlah:

أن الكذب الذي نهاهم عنه هو الكذب الخفي، وذلك الحديث عمن لا يُعرفُ صدقُه

Sesungguhnya kebohongan yang juga dilarang adalah kebohongan tak terlihat, yakni menceritakan kabar dari orang yang tak jelas kejujurannya.”

Dalam Iryadul 'Ibad ila Sabilir Rasyad, Abdul 'Aziz al-Malibari yang juga mengutip perkataan Imam Syafi'i memaparkan redaksi kalimat secara lebih terang:

وَمِنْ الْكَذِبِ الْكَذِبُ الْخَفِيُّ ، وَهُوَ أَنْ يَرْوِيَ الْإِنْسَانُ خَبَرًا عَمَّنْ لَا يُعْرَفُ صِدْقُهُ مِنْ كَذِبِهِ

Di antara jenis kebohongan adalah kebohongan yang samar. Yakni ketika seseorang menyebar informasi dari orang yang tak diketahui apakah ia bohong atau tidak.”

Imam Syafi’i menjelaskan hal itu saat mengomentari hadits hadditsû ‘annî walâ takdzibû ‘alayya(ceritakanlah dariku dan jangan berbohong atasku). Periwayatan hadits bagi Imam Syafi’i tak boleh main-main. Bisa kita analogikan, begitu pula dengan periwayatan atau penyebaran informasi di media sosial. Tak selayaknya seseorang asal copy-pasteretweetregram, atau share informasi dari orang lain tanpa melakukan terlebih dahulu verifikasi dan klarifikasi (tabayyun).

Disebut “kebohongan samar” karena aktivitas tersebut dilakukan seperti tanpa kesalahan. Karena bukan produsen informasi, melainkan sekadar penyebar, seseorang merasa enjoy saja melakukan copy-paste, apalagi informasi tersebut belum tentu salah atau bohong. Padahal, justru di sinilah tantangan terberatnya. Karena belum jelas bohong atau salah, informasi tersebut juga sekaligus belum jelas kebenaran dan kejujurannya.

Di tengah keraguan semacam itu, pengguna media sosial wajib melakukan cek kebenaran. Jika tidak, pilihan terbaik adalah menyimpan informasi itu untuk diri sendiri, bila tidak ingin jatuh dalam tindakan haram al-kadzib al-khafiy. Kita juga mesti ingat bahwa dunia maya tidak sama dengan dunia imajiner atau khayalan. Media sosial sebagai salah satu unsur dari dunia maya memiliki dampak nyata bagi kehidupan manusia, entah merugikan atau menguntungkan.

Alhasil, jika penyebaran informasi yang meragukan saja bagi Imam Syafi’i masuk katergori bohong (samar), penyebaran informasi palsu (hoax) tentu lebih parah. Orang mesti memikirkan dengan cermat dan memeriksanya secara pasti setiap informasi yang ia peroleh sebelum buru-buru menyebarkannya. Itulah bentuk ikhtiar positif manusia sebelum kelak mempertanggungjawabkan apa pun yang muncul dari anggota badannya, termasuk jari-jarinya. 

Wallâhu a’lam


Kamis, 15 Desember 2016

PESAN HABIB UMAR AL HAFIDZ UNTUK PEMBENCI MAULIDUR ROSUL

 PESAN HABIB UMAR AL HAFIDZ 
UNTUK PEMBENCI MAULIDUR ROSUL

Habib Umar bin Hafidz berkata :

Dengan merayakan kelahiran Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, Wahai kalian yang terpengaruh dengan kefahaman dan juga keilmuan yang berasal dari Iblis serta pengikutnya yang hina, yang engkau menyangka bahwa merayakan kelahiran Baginda Muhammad saw. Adalah perkara yang keluar dari agama dan keluar dari syariatnya yang mulia, serta menyimpang dari jalanNYA yang lurus. Aku takut engkau menjadi sempit jika semua makhluk merayakan kelahiran Baginda Muhammad saw. Dan aku takut engkau tidak termasuk ke dalam shofnya dan golongannya.

Maka bergembiralah kalian selama masih berada di dunia ini dengan kelahiran beliau, sebab apabila engkau masuk ke dalam surga maka wajib engkau memperingati beliau disetiap pintu dan nama beliau tertulis disetiap pintu surga. Dari setiap pintu tertulis LAA ILAAHA ILLALLAH MUHAMMADUN ROSULALLAH.

Jika engkau tidak senang dengan nama beliau ini dan tersebarnya (sanjungan namanya), bagaimana engkau akan masuk kedalam surga. Padahak tertulis diatas kepalamu kelak jika kalian termasuk kedalam surga ... tepat diatas kepalamu nama Allah dan nama Muhammad, engkau akan masuk dalam keadaan mengagungkan Allah dan Muhammad .

Setiap pintu dari pintu-pintu surga menggerakkanmu, untuk merasakan dan memuliakan keagungan Allah dan Muhammad. LAA ILAAHA ILLALLAH MUHAMMADUN ROSULALLAH di pintu ini ...dipintu ini .... dipintu ini... dan malaikat semuanya akan memasuki surga dari setiap pintunya, terus naik ke tingkat surga yang pertama... kedua ... ketiga hingga ke surga Firdaus yang paling tinggi, yang atapnya adalah Arsy. Dan ditiang-tiang Arsy tertulis nama muhammad. Surga merayakan kelahiran Muhammad, tiang-tiangnya juga merayakannya.

Di dalam Barzakh (kubur) pun merayakan kelahiran Muhammad. Ketika pertamakali mayat masuk ke kubur akan ditanya : Bagaimana pendapatmu tentang laki-laki ini ? Para malaikat bertanya kepadanya “hei .., apa pendapatmu tentang orang ini ? siapa dia ? Apa pendapatmu tentangnya ? ... Barzakhpun memperingati Muhammad.

Hari kiamat memperingati Muhammad... Surga-surga juga memperingati Muhammad .. Shollawatu Robbi wa Sallamu ‘alaih wa ‘alaa Alih . Lalu bagaimana dengan perayaan yang demikian ini ... ? Ini masih belum apa-apa, perayaan-perayaannya masih banyak lagi yang lain.

Kalu engkau menyulitkan perayaan hal ini, kelak di Barzakh (kubur) alan lebih besar kesulitanmu dan kelak di hari kiamat akan lebih sulit lagi .  Berbahagialah dengan kelahiran muhammad sebelum engkau bersedih, kesedihan yang tak akan sirna ....

Berbahagialah dengan kelahiran Muhammad dengan menyebut-nyebut namanya, dengan mengenang kehidupannya.... hari-harinya, baik siang dan malamnya. Beliau adalah makhluk yang paling mulia, paling besar derajatnya dan beliau paling diagungkan oleh Allah.

Shollawatu Robbi wa Sallamu ‘alaih wa ‘alaa Alih

Ya Allah penuhi hati ini dengan kecintaan kepadanya.
Bangkitkan kami kelak termasuk golongannya.

Ya Allah... jadikan suara hati kami terhimpun di dalam hati serta pemahaman yang ada dalam pandangan kami, senantiasa menyambut panggilan MU dan panggilan Nabi MU, mengenang kisah MU dan kisah beliau dan apa yang datang dariMU dan dari beliau.

Jangan engkau palingkan kami terhadap fitnah pendapat-pendapat yang menipu


Amiin yaa robbal a'amin
Shollawatu Robbi wa Sallamu ‘alaih wa ‘alaa Alih
Walhamdulillahirobbil alamin

Selasa, 13 Desember 2016

MEMAHAMI HADITS TENTANG BIDAH 01

JANGAN GAMPANG MENUDUH BIDAH 
DENGAN MEMAHAMI SECARA BENAR HADITS : 
MAN AKHDATSA FII AMRINA

عَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِيْنَ أُمِّ عَبْدِ اللهِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ : قَالَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم : مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ  رَدٌّ.   [رواه البخاري ومسلم ]

Dari Ummul Mu’minin; Ummu Abdillah; Aisyah radhiallahuanha dia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Siapa yang mengada-adakan (perkara baru) dalam urusan (agama) kami ini, yang bukan (berasal/bersumber) darinya, maka dia tertolak. (Riwayat Bukhori dan Muslim),

PEMBAHASAN :

SALAH KAPRAHNYA PEMAHAMAN SEKTE SALAFY WAHABI TERHADAP HADITS DIATAS

Sering hadits diatas digunakan sebagai dalil oleh Sekte Salafy-Wahaby yang gampang melakukan penilaian terhadap amalan muslimin yang berbeda faham (ikhtilaf) dan menuduhnya sebagai amalan Bidah (perkara baru) yang TERTOLAK. Serta berfaham semua BIDAH (perkara baru) adalah TERTOLAK.

Kerancuan pemahamannya dikarenakan mereka salah mengartikan hadits diatas dengan dua macam pengartian yang salah kaprah :
1.      "Barang siapa yang berbuat hal baru dalam agama, maka ia tertolak "
2.      "Barang siapa yang berbuat hal baru yang tidak ada perintahnya, maka ia tertolak"

Kedua pengertian yang sering dijadikan argumen pembidahan amalan muslimin  tersebut nampaknya sekilas benar, padahal pengertian tersebut mengandung distorsi (penyelewengan) makna dan pengelabuan bagi umat muslim yang awam.

Kalau kita bedah, kalimat hadist diatas menjadi tiga kalimat :

1.      MAN AKHDATSA FII AMRINA  (مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَ هَذَا )
Artinya : Siapa yang mengada-adakan (perkara baru) dalam urusan (agama) kami ini,

2.      MAA LAITSA MINHU (مَا لَيْسَ مِنْهُ ) :
Artinya : yang bukan (berasal/bersumber) darinya

3.      FAHUWA RODDUN (فَهُوَ رَدٌّ )
Artinya : maka dia tertolak


JIKA adits ini mereka artikan:

Pertama : "BARANG SIAPA YANG BERBUAT HAL BARU DALAM AGAMA, MAKA IA TERTOLAK "

Jika mereka mengartikan demikian, maka mereka sengaja MEMBUANG kalimat MAA LAITSA MINHU - (yang bukan (berasal/bersumber) darinya).
Maka haditsnya menjadi:

مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَ هَذَا فَهُوَ رَدٌّ

KEDUA :
"BARANG SIAPA YANG BERBUAT HAL BARU YANG TIDAK ADA PERINTAHNYA, MAKA IA TERTOLAK"
Jika diartikan seperti itu, berarti dengan sengaja telah merubah makna hadits MAA LAITSA MINHU diganti menjadi MAA LAITSA MA-MUURAN BIHI (Yang tidak ada perintahnya). Maka haditsnya menjadi:


مَنْ أَحْدَثَ أفِي َمْرِنَ هَذَا ﻣَﺎ ﻟﻴَْﺲَ ﻣَﺄﻣُﻮْرا ﺑﻪِ فَهُوَ رَدٌّ

Sungguh pengurangan makna maupun pengubahan makna ini, adalah sebuah distorsi dalam makna hadits dan merupakan pengelabuan pada umat muslim yang awam.


PEMAHAMAN ULAMA AHLUS SUNNAH WALJAMAAH

Bagaimana penjelasan ulama Ahlus sunnah wal jamaah dalam menerangkan makna hadits diatas ?

Jawab :

1. AL-HAFIDZ IBNU RAJAB :
hadist di atas dalam MANTHUQ nya menunjukan bahwa :
setiap perbuatan yg tdk masuk dalam urusan syari’at maka tertolak,

akan tetapi dalam MAFHUM nya menunjukan bahwa :
setiap perbuatan yg masih dalam urusan (yang diatur) syari’at maka ia di terima dalam artian tidak tertolak “


2. IMAM AL-ALLAMAH ABDULLAH AL-GHAMARI

“hadist di atas ( MAN AHDATSA FI AMRINA HADZA MA LAISA MINHU FAHUWA RADDUN ) adalah sebgai hadist MUKHASSIS (memperkhusus ) daripada sebuah hadist ”KULLU BID’ATIN DHOLALAH “.

sebab jikalau semua perbuatan bid’ah di anggap sesat, tanpa terkecuali, maka tentu kalimat hadist di atas berbunyi ( MAN AHDATSA FI AMRINA HADZA SYA’IAN FAHUWA RODDUN : tidak ada kalimat ” MA LAISA MINHU “nya )

akan tetapi ketika hadist di atas berbunyi :” MAN AHDATSA FI AMRINA HADZA MA LAISA MINHU FAHUWA RADDUN “ maka hadist tersebut memberikan dua pengertian :

ماليس من الدين : بأن كان مخالفا لقواعده ودلائله .
فهو مردود :وهو البدعة الضلال.

Perbuatan baru yang bukan dari agama , yaitu perbuatan-perbuatan baru yang menyalahi kaidah-kaidah agama dan dalil-dalilnya. Perbuatan seperti itu adalah tertolak dan bid’ah semacam inilah yg sesat ,


وماهو من الدين : بأن شهد له أصل أو أيده دليل :فهو صحيح مقبول . وهو البدعة الحسنة.
Perbuatan-perbuatan yang dari agama, yaitu perbuatan baru yg mempunyai standard ukuran hukum asal, atau di dukung oleh dalil-dalil yg menguatkan, perbuatan bid’ah semcam ini di terima dan tidak tertolak, inilah yg di sebut ” BID’AH HASANAH “

, ويؤيد حديث جرير عند مسلم
مَنْ سَنَّ فِي اْلإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْءٌ .
hal tersebut di dukung oleh hadist jarir menurut imam muslim :
“ barang siapa memberikan contoh dalam islam dengan contoh perilaku yg baik maka ia mendapat pahala serta mendapat pahala orang-orang yg mengamalkan setelahnya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun “

3. IMAM IBNU HAJAR AL-HAITAMY :

Hadits riwayat Aisyah, Rasulullah SAW bersabda :
من أحدث في أمرنا هذا ماليس منه فهو رد
Artinya : Barang siapa yang mengada-adakan sesuatu (amalan) dalam urusan (agama) kami yang bukan dari agama kami, maka (amalan) itu tertolak.(H.R. Bukhari dan Muslim )

Ibnu Hajar al-Haitamy mengatakan bahwa makna “MAA LAISA MINHU” (sesuatu yang bukan dari agama kami) adalah sesuatu yang bertentangan dengan agama atau tidak didukung oleh qawaid agama atau dalil-dalil agama yang bersifat umum. Dalam uraian beliau selanjutnya, beliau berkata :

“Adapun yang tidak bertentangan dengan agama, yakni yang didukung oleh dalil syara’ atau qawaid syara’ maka tidak tertolak pelakunya, bahkan amalannya diterima”.  (Ibnu Hajar al-Haitamy, Fath al-Mubin, al-‘Amirah al-Syarfiah, Mesir, Hal. 94)

Demikianlah penjelasan ulama ahlussunnah wal jamaah dalam menerangkan persoalan BIDAH. Semoga kita bisa menambil pelajaran dan tidak tersesat dengan pemahaman yang keliru dan menjadi ahli fitnah yang suka menjadi hakim untuk menyesatkan amalan saudara muslim lainnya.

Persoalan khilafiah (perbedaan pendapat dikalangan ulama) adalah hal yang wajar dan saling menghargai karena ulama melakukan ijtihadnya berlandaskan, Alquran, Assunnah, Ijma dan Qiyas dalam menilai maupun melandaskan sandaran dalil dalam suatu amaliah.

Wallahu a’lam


QOSHIDAH RAQQAT ‘AINA


QOSHIDAH RAQQAT ‘AINA
(ASSALAMU ALAYKA)



رقت عيناي شوقاً
ROQQOT ‘AINAA YA SHAWQON
Kedua Mataku penuh akan kerinduan
ولطيبة ذرفت عشقاً
WA LI THOIBATA THAROFAT ‘ISHQAN
Dan meneteskan air mata karena hilang Thoiba
فأتيت إلى حبيبي
FA'ATAYTU ILAA HABIBI
Aku datang menuju kekasihku
فاهدأ يا قلب ورفقاً
FAHDA' YA QOLBU WA RIFQAN
Ketentraman, Sanubariku, dan menjadi lemah lembut !
صل على محمد
SHOLLI ‘ALA MUHAMMAD
Bersholawatlah pada Muhammad

**********
السلام عليك يا.. يا رسول الله
ASSALAMU ALAYKA YA ...YA RASUL ALLAH
Semoga diberikan keselamatan atasmu Wahai Utusan Allah
السلام عليك .. حبيبي.. يا نبي الله
ASSALAMU ALAYKA ... HABIBI ...YA NABIYYA ALLAH
Semoga diberikan keselamatan atasmu ... kekasihku  ... Ya Nabi Allah
السلام عليك يا.. يا رسول الله
ASSALAMU ALAYKA YA ...YA RASUL ALLAH
Semoga diberikan keselamatan atasmu Wahai Utusan Allah
السلام عليك .. حبيبي
ASSALAMU ALAYKA ... HABIBI ...
Semoga diberikan keselamatan atasmu ... kekasihku
يا نبي الله ... يا رسول الله
YA NABIYYA ALLAH... YA RASUUL ALLAH

**********

قلب بالحق تعلق
QALBUN BIL HAQQI TA'ALLAQ
Hati yang melekat pada Kebenaran Mutlak-(Allah)
وبغار حراءَ تألق
WA BI GHOORI HIIROO'A TA'ALLAQ
Dan yang mulai bersinar dalam gua Hira
يبكي يسأل خالقَهُ
YABKI YAS'AL KHOOLIQAHU
Menangis dan meminta Pencipta-Nya,
فأتاه الوحي فأشرق
FA'ATAHUL WAHYU FA'ASHROQ
maka ketika wahyu datang kepadanya, dia bersinar
اقرأ اقرأ يا محمد
IQRO' IQRO' YA MUHAMMAD
Baca, Wahai Muhammad, baca!

**********
السلام عليك يا.. يا رسول الله
ASSALAMU ALAYKA YA ...YA RASUUL ALLAH
Semoga diberikan keselamatan atasmu Wahai Utusan Allah
السلام عليك .. حبيبي.. يا نبي الله
ASSALAMU ALAYKA ... HABIBI ...YA NABIYYA ALLAH
Semoga diberikan keselamatan atasmu ... kekasihku  ... Ya Nabi Allah
السلام عليك يا.. يا رسول الله
ASSALAMU ALAYKA YA ...YA RASUUL ALLAH
Semoga diberikan keselamatan atasmu Wahai Utusan Allah
السلام عليك .. حبيبي
ASSALAMU ALAYKA ... HABIBI ...
Semoga diberikan keselamatan atasmu ... kekasihku
يا نبي الله ... يا رسول الله
YA NABIYYA ALLAH... YA RASUUL ALLAH


**********
يا طيبة جئتك صباً
YA THOIBATU JI'TUKI SHOBBA
Wahai Taiba (Madinah) aku datangmu yg sakit dari kerinduan
لرسول الله محباً
LI RASULILLAHI MUHIBBA
Penuh cinta untuk Rasulullah
بالروضة سكنت روحي
BIRROWDHOTI SAKANATU RUUHI
Jiwaku menetap di Rawdha (makam Nabi)
وجوار الهادي محمد
WA JIWARIL HAADI MUHAMMAD
Dan tinggallah kami dengan Petunjuk Muhammad

                     يا طيبة جئتك صباً
YA THOIBATU JI'TUKI SABBA
Wahai Taiba (Madinah) aku datangmu yg sakit dari kerinduan
لرسول الله محباً
LI RASUULILLAHI MUHIBBA
Penuh cinta untuk Rasulullah
بالروضة سكنت روحي
BIRROWDHOTI SAKANATU RUUHI
Jiwaku menetap di Rawdha (makam Nabi)
وجوار الهادي محمد
WA JIWARIL HAADI MUHAMMAD
Dan tinggallah kami dengan Petunjuk Muhammad

**********

السلام عليك يا.. يا رسول الله
ASSALAMU ALAYKA YA ...YA RASUUL ALLAH
Semoga diberikan keselamatan atasmu Wahai Utusan Allah
السلام عليك .. حبيبي.. يا نبي الله
ASSALAMU ALAYKA ... HABIBI ...YA NABIYYA ALLAH
Semoga diberikan keselamatan atasmu ... kekasihku  ... Ya Nabi Allah
السلام عليك يا.. يا رسول الله
ASSALAMU ALAYKA YA ...YA RASUUL ALLAH
Semoga diberikan keselamatan atasmu Wahai Utusan Allah
السلام عليك .. حبيبي
ASSALAMU ALAYKA ... HABIBI ...
Semoga diberikan keselamatan atasmu ... kekasihku
يا نبي الله ... يا رسول الله
YA NABIYYA ALLAH... YA RASUUL ALLAH


iklan