iklan banner

Tampilkan postingan dengan label Nashoihul Ibad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nashoihul Ibad. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 September 2016

TIGA CIRI KEBERUNTUNGAN (3.19)

TIGA CIRI KEBERUNTUNGAN


Yahya bin Mu’adz Ar Razi pernah berkata : Sungguh beruntung orang yang :

1. MENINGGALKAN HARTA SEBELUM HARTA MENINGGALKAN DIRINYA

Maksudnya adalah harta tersebut digunakan untuk berbagai kebaikan sebelum harta tersebut lenyap dari dirinya.

2. MEMBANGUN KUBURAN SEBELUM IA MEMASUKINYA

Maksudnya adalah senantiasa melakukan amal yang bisa membuat dirinya nyaman di alam kubur kelak, yakni  amal sholih dan ketaatan kepada Allah.

3. MEMBUAT RIDHO TUHANNYA SEBELUM IA MENEMUI-NYA

Maksudnya adalah membuat Ridho Allah dengan melaksanakan apa yang menjadi perintah-Nya dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya, sebelum ia mati.


(Nashoihul Ibad – Syekh Nawawi Al Bantani)

Kamis, 15 September 2016

TIGA BENTENG MUKMININ (3.38)


TIGA BENTENG MUKMININ

Ka’ab Al akbar seorang pendeta Yahudi yan masuk Islam pada masa sayyidina Umar bin khotob rodhiyallohu ‘anhu mengatakan :

“ Benteng orang mukmin yang dapat menghalangi dari gangguan setan itu ada tiga, yaitu :
1.      Masjid,
2.      Berdzikir kepada Allah Ta’ala,
3.      Membaca Alquran.

Hal ini dikarenakan masjid adalah tempat berdzikirnya kaum mukmin dan tempat singgah para malaikat,

dan sewaltu mendengar dzikir, para setan bersembunyi dan menjauh, terutama ketika mendengar ucapan “ LAA HAULAA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAH”.

Begitu pula membaca alquran merupakan perisai yang membentengi kaum mukminin, apalagi yang dibaca adalah Ayat Kursy.


Wallahu a’lam

(Nashoihul Ibad - Syekh Nawawi Albantani)

Selasa, 13 September 2016

DUA KERUSAKAN

DUA KERUSAKAN

Firman Allah Ta'ala :

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS. Ar Ruum [30] : 41)

Sayyidina Abu Bakar Ash Shidiq Rodhiyallohu anhu berkata dalam menafsirkan firman  Allah ta’ala : “ Telah nampal kerusakan di daratan dan lautan”.

1.       Daratan maksudnya adalah Lisan
2.       Lautan maksudnya Hati

Apabila lisan rusak, maka menangislah manusia (karena merasa tersakiti). Dan bila hati rusak, maka menangislah malaikat.

Diantara rusaknya lisan adalah digunakannya untuk mencaci maki orang lain. Adapun di antara rusaknya hati adalah melakukan riya’, sehingga malaikat menangis karena menyesalkannya.

Hati diibaratkan lautan karena hati punya sifat luas dan dalam.

(Nashoihul Ibad 1.16 – syekh Nawawi Al Bantani)


iklan